resume PKKMB hari kedua


Resum materi unusa pertama dari: Bapak Ainun Najib 

Dengan tema : Perguruan tinggi di era digital dan revolusi Industri


 Perguruan tinggi di era digital dan Revolusi Industri 4.0 mengalami transformasi besar dalam sistem pembelajaran, kurikulum, serta peranannya di masyarakat. Pembelajaran digital melalui e-learning, MOOC, dan platform daring membuat akses pendidikan lebih fleksibel dan inklusif. Kurikulum pun beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan IoT, sekaligus menekankan keterampilan baru seperti kreativitas, kolaborasi, dan problem solving agar lulusan siap menghadapi tuntutan industri.


Resum materi unusa kedua dari: Ibu Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.

Dengan tema :Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan Perwujudan Indonesia Emas


K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) adalah upaya terpadu untuk melindungi pekerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Penerapan K3L penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 karena mendukung terciptanya SDM unggul yang sehat dan produktif, meningkatkan efisiensi serta daya saing ekonomi, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memperkuat tata kelola dan keadilan sosial. Dengan menjadikan K3L sebagai budaya kerja, Indonesia dapat mencapai pembangunan berkelanjutan dan visi negara maju pada 2045.


Resum materi unusa ketiga dari: Bapak KH Ma'ruf khozin PWNU jatim

Dengan materi : mencetak mahasiswa UNUSA sebagai generasi aswaja


Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan generasi penerus Aswaja An-Nahdliyah yang berperan menjaga tradisi keilmuan NU, menjadi agen moderasi beragama, pejuang kemaslahatan sosial, sekaligus inovator dalam menjawab tantangan zaman. Dengan landasan ideologi Ahlusunnah wal Jama’ah yang bercorak tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan islah (reformatif), mahasiswa UNUSA tidak hanya dididik melalui kurikulum ke-NU-an dan kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam dakwah kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, serta penyebaran Islam rahmatan lil ‘alamin di era digital. Dengan demikian, mereka menjadi garda terdepan dalam melestarikan warisan ulama Nusantara sekaligus mengembangkannya agar tetap relevan dan solutif bagi peradaban modern. 


link teman saya :https://naysyiellahsetya.blogspot.com/2025/09/resume-hari-ke-dua-pkkmb.html

Komentar